Pages

Senin, 26 November 2012

"Perahu Kertas" Berlayar di Hatiku


Eaaaa, judulnya gombal abis. hahaha , sayang sekali ini bukan kisah cinta gue. ini kisah tentang kecintaan gue terhadap buku khususnya novel. 


Dari SMP gue punya kebiasaan membaca , tapi yang unik adalah gue ngak suka baca teenlit , karena menurut gue teenlit itu terlalu gampang untuk ditebak , bayangin aja dari sinopsis belakang bukunya , udah bisa ditebak si tokoh utama akan jadian sama siapa atau akan seperti apa jalan ceritanya. Malaslah gue. hahaha. Masih ingat , perpustakaan SMP gue yang mungil tapi isinya komplit, buku favorit gue waktu SMP adalah semua karangan Hilman dkk : Lupus, Lulu , Olga , Lupus Kecil . gue babat habis semua serinya , gue suka banget cara bercerita Hilman yang unik , lucu dan anak muda banget . Hilman habis , beralihlah gue ke Agatha Christie dan  Enid Blyton , seri "Malory Towers". Seri terakhirnya "Kelas Terakhir di Malory Towers adalah buku terakhir yang gue pinjam di SMP (membekas banget ui )  . 



lupus si jambul

olga penyiar radio
maloory towers



Lulus SMP , mulailah gue manfaatkan perpustakaan SMA . yang gue paling malas dari perpus SMA gue adalah  bayar kalo mau minjam , 500 perak 1 minggu . Dendanya sadis, lewat 1 minggu , sehari 500 perak . Maklum SMA gue gede , dan kalo ga dipungut biaya, gue rasa banyak buku yang gak balik lagi ke perpus. di SMA ini gue menemukan kecintaan pada novel karya Mira W (kata teman gue bacaan gue tante tante banget, hahhaa) Eits! jangan salah dulu  . Menurut gue novel Mira W, walau tipis bukunya , tapi berat isinya . Gimana ngak  , dalam 1 buku biasa ada kejadian tokoh utamanya hilang ingatan , saudaranya mati ,suaminya lumpuh , anaknya hamil diluar nikah . Hahahaaa , Gokil ! memang banyak drama, tapi bukan drama kacangan kayak sinetron Indo ya. Babat habis novel Mira W di SMA. sampai sekarang kalo gue liat ada diskonan buku Mira W, pasti gue beli .  


                                




Dan di kampus gue sekarang , perpustakaanya luar biasa ! Tarumanagara Knowladge Center, elit bener . Banyak banget buku fiksi dan non fiksi yang sayang banget kalo gak dibaca . Manfaatkanlah perpustakaan sekolah dan kampusmu dengan bener guys , daripada lu beli novel diluar yang akhirnya lu buang entah berantah sehabis baca. mending di perpus ngirit , hemat , dan banyak pilihan.



PERAHU KERTAS , SEBUAH NOVEL YANG INDAH


                                    



Nah sekarang gue mau bahas novel yang gue bilang bagusnya parah di blog sebelum . Tak lain tak bukan novelnya berjudul "Perahu Kertas" karya Dewi Lestari a.k.a DEE. Sebenarnya novel ini uda keluar dari ttahun 2008 , tapi mungkin karena filmnya baru keluar tahun ini , jadi tambah booming lagi. Gue sendiri belum nonton filmnya ,jadi kurang tau seperti apa hasil novel ini di filmkan. yang jelas gue memang lebih suka baca novelnya dulu  baru nonton filmnya. karena gue suka membandingkan apakah imajinasi gue lebih Wow , ketimbang filmnya. Contoh Harry Potter, menurut gue filmnya keren banget , sama seperti novelnya. Sedangkan film yang menurut gue gagal adalah film tentang vampir ganteng , cewek pucat , dan serigala berotot , novelnya lebih bagus daripada filmnya . Balik lagi ke perahu kertas . dari sisi penulisan , jangan ditanya lagi si Dee ini sebagi salah satu penulis wanita Indonesia oaling hebat di masa ini .



Cara penulisannya luar biasa rapih , Dee tau bagaimana membuat sebuah struktur tulisan (SPOK) yang baik dan ringkas (tidak bertele- tele) , dan pada akhirnya mengantarkan kita dengan mudah pada "theater of mind" yang luar biasa . Dua Jempol untuk Dee!



Untuk kisahnya sendiri . banyak banget gue belajar dari novel ini , Looh koq bisa ? bisa sekali teman . novel yang meceritakan cinta , persahabatan , dan impian banyak banget ngajarin gue sebagai anak muda.nih gue sebutin ya :



1. Be Yourself  ! seperti Kugy yang unik sampai dipanggil Mother Of Aliens , dia tidak pernah malu untuk jadi dirinya sendiri . Pake baju semau dia , pake jam tangan kura - kura ninja ,berkhayal dimanapun , gak malu sama impiannya , dan yang pastinya nyaman sama dirinya sendiri.



2. Be Honest to your friends: Kugy pada akhirnya harus "perang dingin" sama Noni karena gak mau mengakui perasaanya pada Keenan . setelah kebenaran terkuak , akhirnya baikan.



3. Percayalah dan Gapai impianmu ! Gak ada yang namamnya impian mustahil di dunia ini , selama lu mengusahakan . percayalah the power of dreams itu ada . Life is full of possibilities!



4. Biarkan hati yang memilih cinta , bukan dipilih . Cinta itu ketika pada akhirnya dengan rela lu berikan pada orang itu , tanpa diminta , bukan logika yang bermain disini . tapi pure hati lu .





Udahan dulu deh , kalo lama - lama nama gue bisa berubah jadi Silvita Teguh dan blog ini bisa berubah jadi Goldenfield , hehehe




Trimakasih untuk : Natalya Wijaya yg udah minjamin novel yang begitu bagus.




SELAMAT MEMBACA TEMAN - TEMAN , selamat malam :D


Sabtu, 24 November 2012

T.G.I.F (Thanks God It's Friday)


Ini malam minggu dan gue ada di depan komputer duduk , sambil mendengarkan 1 album lagu band indie , dan pastinya menulis CLOVERFIELD blog (nasib jomblowati yang suka hibernasi sambil makan nasi ). Oke stop merandom , gue mau cerita pengalaman gue kemarin yang rasanya 1 hari panjang sekaliiiii…
 
Jumat 23 November 2012

Jam 10 pagi

Habis kelas semiotik (yg gue sangat tidak ngerti kenapa ini dipelajari) gue janjian bareng friendnemy gue Wike . kenapa friendnemy ? ini hubungan teman dan musuh bedanya tipis bung!  dimana ada wike dan gue disana ada pertengkaran  . Masalah yang paling utama adalah gue dan wike sering dipertemukan “takdir” takdir pas pulang radio  jalan rumahnya sama, takdir yang tidak bisa naik kendaraan apapun , (sepeda-pun kami oleng ) dan hari itu takdir sama-sama ga puya passport . alhasil kita harus buat passport berdua bareng ke kota tua . (Tunggu petualangannya tahun depan)
Wike dengan pintarnya pas keluar gerbang Untar “ Aduh sil, g pengen kencing lagi .” “ Capek Lah ke , kebiasaan mau pergi kencing terus , uda kencing di trisakti aja” . Mulailah kami ngiter ngiter trisakti sambilan menuju halte busway . Sampai di wc yg wike ketahui , ternyata pintunya di kunci . walau singkatan namanya Wike Candra (WC) ternyata belum tentu bersahabat dengan WC. Alhasil yang gue ketahui Wike nahan kencing dari Untar- kota tua- Radio. Ehehehe (Ketawa Jahat)


Jam 11 pagi

Jujur gue muak sama jalanan ibukota , dari untar ke kota tua 1 jam men ! sampai di kantor imigrasi , pas liat antrian orang-orang , gue Cuma bisa nyebut dan pasrah . Gila ini uda kayak ngantri fans meeting sama Sule, lebay banget antriannya . dan ternyata oh ternyata ! ketika kita ngobrol sama mbak – mbak “1 hari itu nomor antrian Cuma 100, saya datang jam 8 pagi aja dapat antrian no 82 “ (lansung tatapan gue terhujam pada calo calo disana , dalam hati “ nomor nya diambil lu pada ya!”) . Habis kita tahu proses dan persiapan apa yang harus dibawa untuk datang berikutnya yaitu bawa tenda , termos dan bantal . Gue dan Wike pulang .
Sampai depan kantor imigrasi Wike  pengen beli es kelapa (ingat dia belum pipis 1 jam looh teman ) . dan gue pengen beli kue tet* (kata wike itu kue ape , kenapa gue sebut dengan kata yang jorok) soalnya dari kecil gue taunya itu kue tet* ! hahahha 

Kue Ape


Gue : bang , berapa satunya?
Abang : satunya seribu neng
Gue : dalam hati (anjrit kue apaan sebiji serebu , dulu aja sebiji 300) beli tiga aja deh bang , buat ngotorin gigi saya
Abang : ngak 5 aja neng?
Gue : 5 lima ribu kan bang ? ngak ah , 3 aja
Abang : yawda lima ribu 6 deh neng , abang ngalah demi eneng
Gue: (bang , lu kira kita lagu dangdut apa) oke bang lima ribu ! hahahaha
 
Jam 1 siang
Sampai radio , trus cus ke Citraland ,beli sabun yang dr 20 ribu diskon jadi 13 ribu (PENTING Banget)
 
Jam 5 – 7 malam : Siaran

Nah pas siaran ini badan gue berasa cape banget , uda tidur jam 12 malam , bangun jam 7 pagi , ke kota tua berdiri di busway , keliling CL dan alhasil kena ngantuk kronis  saat siaran. Kira – kira jam setengah 7 , Kau hujan deras turun dari lagit disertai badai (nyanyi pake lirik lagu eaa – coboy junior). ARGGGHH gak bisa pulang , karena banjir + macet T_T


Jam 9 malam: Pulang

Akhirnya bisa pulang . tapi pulang kali ini berbeda dengan yang biasanya . gue outbond dulu di depan Untar 2 , ngapain kah gue ?
Gue sama Evee junior gue di radio harus melangkah bak kepiting di pagar dekat kampus ke CL, karena banjir semata kaki .  Sambil melangkah , gue sambil ketawa “HAHAHAA, ini absurd abis” si Evee yg jauh melesat di depan gue bilang “ Kak, ngelangkahnya lebaran ,” Gue bilang “ Vee gue takut HP gue jatoh”  (ini uda kayak obrolan di htan belantara mana ya)

bentuk pagarnya hampir mirip ini

Sampai di jalan kering , akhirnya kita berpisah . Nah seperti biasa gue akan cari bajaj untuk pulang . Masalahnya hari itu gak ada bajaj, sekalinya ada bajaj , abang bajajnya bilang “ Kemana neng? Roxy ? Ngak deh macet total , Maap yah neng.”  Ketauilah saudara – saudara sekalian , ditolak abang bajaj lebih sakit daripada ditolak angin . Akhirnya gue putuskan untuk naik metromini , nyebarang di sumber waras

Di Metro mini   gue liat pemandangan  mbak – mbak dan mas – mas yang penampilannya kayak penonton dashyat , berhadapan sambil tatap- tatapan mesra (Dalam hati gue Cuma bisa bertanya : gue bukan lagi di lokasi syuting video klip ST 12 kan yah ? )

Bang kenek lihat gue di depan pintu “ Berhent dimana neng?” Gue: “Di Sumber Waras ya bang “ . Udah mau dekat Sumber Waras abangnya teriak – teriak “ YANG WARAS TURUN ! YANG WARAS TURUN. Diam sebentar “YANG WARAS DAN GAK WARAS TURUN” Bang , rasanya orang yang saat ini paling pantas turun adalah lu bang !

Jam 9.30: Sampai Rumah


Mandi ! di kamar mandi gue tepok jidat “ Ya ampun sabun diskonan gue ketinggalan di radio , sabunan pake apaan ini ?” Gue lihat banyak sabun cuci muka berbagai merek hasil koleksi gue. ada Ponds, Bless, JF sulfur, Body Shop . “Apa gue campur aja jadi satu , trus  bisa menghasilkan merek terbaru PITA’S Sabun muka sekaligus sabun mandi ! “ Gue urungkan niat gue pada akhirnya takut terkena penyakit kulit . (Plis jangan Tanya gue mandi pake sabun apa) hahahaa
 
Di kamar :
Nyokap : Sil tadi sianga ada minum air dari galon gak ?
Gue: Ada, gue bawa pake botol minum lagi mak  , kok rasanya beda yah ?
Nyokap : itu airnya jorok banget , kayaknya kita diboongin tukang airnya ,masa itu Aqu*, terus pas mama buka mama liat ada sampah bekas cat gitu 3 biji , mama balikin tuh ke tukang airnya.
Gue : Ma ! gue kira botol minumnya bekas AIR LEMON , rasanya begitu , gue minum sampai habis T_T
Nyokap : * Spechless
 
Jam 10: 30 – 12 lewat

Baca Novel sampai tamat (padahal capek banget , tapi novel itu bagusnya PARAH) *dibahas di blog berikut
 
Akhirnya saya Cuma bisa bilang Thanks God ini hari Jumat , saya masih sehat , dan dapat lagi pengalaman lucu buat blog dan hidup saya .

Tchusss!

Senin, 05 November 2012

Silvi Anak Jurnal

Hai , lama tak jumpa barengan Silvi di acara Ci - Luk - Ba  (Ciuman mahLuk Babi ) ?? >> super random.
Jadi inti sebenarnya adalah penulis blog yang super malas , dan lebih suka berhibernasi ini sekarang berasa rindu dengan blog cloverfield ini . Sebenarnya hidup gue sekarang lagi seru ( terlalu banyak tantangan malahan) jadinya jarang update blog . 

Disini gue mau cerita dulu kehidupan gue sebagai mahasiswi Jurnalistik semester 5 . Jadi anak jurnal itu seru banget . banyak hal menarik dan pastinya tugas gak monoton , contohnya aja kita pernah disuruh ngeliput event yg ada di Jakarta (gue dkk liput ondel - ondel, sekalian kerja part time jadi ondel - ondel nya), ngeliput video lingkungan , dan menulis artikel dari 1 orang jadi 5 angle yang berbeda . nah loooh . Tapi yang sedih itu anak Jurnal kadang dikategoriin berpakaian kumal , lingkar mata hitam , dan rambut gimbal . coret yang belakang , kami bukan gembel. hahahaa.. ya karena emang kami orang nya cuek cuek ya (lansung pake hi heels 15 cm dan dandan ala Syahrini *bikin jambul) , dan tugas itu datelinenya ganas , katanya sih biar terbiasa dengan dunia kerja yang dari DATEline jadi DEADline . Jadi jangan salah kalo sudah dekat UTS dan UAS biasanya mata anak jurnal itu cute banget , kayak panda * ditabok anak jurnal. Teman - teman di kelas jurnal juga menurut gue asyik pake banget, karena kita ga ada yang rempong ke kampus pamer fashion , atau mamer gadget . Gak tau ya, bawaan kelas gue yg bengini apa semua anak jurnal begini *share dong kalian gimana. 

Nah bro dan sis , inia adalah contoh tugas penulisan feature (berita dengan gaya penulisan bercerita) gue , yang berkisah tentang penjual nasi goreng gila terenak sejagad Untar2 (ini serius) . Si abang Ardi ini baik banget , dengan gerobak pinknya membuat hariku menjadi mempesona (sory ini buka iklan ponds , hahahaa) now let's see . hasil karya tulisan saya yang kalo dibaca akan menitikan air ,  air dari hidung (read: ingus) 


Mas Ardi dan Gerobak Merah Muda Sri Rejeki

Siang itu, matahari terlihat malu untuk menampakkan dirinya.  Berbeda dengan pemandangan langit mendung, Ardi si penjual nasi goreng tampak tersenyum sumringah melayani pesanan nasi gorengnya yang laris manis. “Sri Rejeki” tulisan di gerobak merah muda Ardi yang sesuai dengan harapannya.  Agar mendatangkan keberuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari- hari .

Bertempat di pinggir jalan kampus 2 Untar , kios sederhana Ardi yang bermodalkan terpal , gerobak , satu buah meja dan beberapa buah kursi menjadi tempat Ardi mencari rejeki untuk mencukupi kebutuhan keluarganya .Pria berusia awal 40-an , berambut ikal hitam , memakai baju batik berwarna jingga dan celemek merah di pinggang , dengan lincah memainkan penggorengannya . Memasak berbagai macam makanan khas tek tek . Ardi adalah salah satu dari sekian banyak kaum urban yang mencari senggengam rejeki dari Ibukota Jakarta . Bermodalkan keberanian dan harapan , tak terasa 17 tahun sudah Ardi merantau dari desanya di Pekalongan , Jawa Tengah. Pertama merantau ke Jakarta, saat itu Ardi berusia 25 tahun , tepat sehabis dia menikah . Melihat banyaknya pemuda yang merantau di desanya, Ardi memberanikan diri ke Jakarta untuk mencari pekerjaan “ daripada di desa nyangkul ,uang pas – pas an ,lebih baik saya ke Jakarta “ ucap Ardi.


Bekerja di Jakarta sebagai tukang nasi goreng , tidaklah mudah bagi Ardi . Satu tahun pertama, Ardi harus menjajakan nasi gorengnya keliling. Menarik gerobak yang berat, apalagi perawakan Ardi yang kecil dengan tinggi 150-an , menambah sulit dirinya untuk menarik gerobak. Akhirnya setelah mengumpulkan modal satu tahun , Ardi memberanikan diri untuk menyewa kios di samping kampus Untar 2. Disinilah Ardi mulai mengumpulkan pundi – pundi uang untuk keluarganya di desa. Saat itu anak sulungnya masih baru lahir , hari – hari yang dijalani Ardi begitu berat, jauh dari istri dan anak-nya . Tetapi  semangat Ardi tak pernah surut, sama seperti senyumnya . Ardi terus mengumpulkan uang agar keluarganya bisa hidup lebih baik , anaknya bisa bersekolah ke tingkat yang lebih baik darinya yang hanya lulusan SD.

Ardi dengan semangat menceritakan pengalamannya di tahun 1998 , tahun ke-dua berjualan nasi goreng sekaligus tahun kelabu bagi sejarah Indonesia. “Waktu itu bulan Mei , seluruh mahasiswa dan penjual di sekitar untar 2 masuk kedalam gedung Kampus. Mall Citraland dijaga ketat oleh ABRI karena takut dibakar dan dijarah massa . Yang lebih parahnya lagi ada penjual makanan  yang terkena peluru karet.”  Ardi menceritakan dengan muka seriusnya . “Harga beras sebelum tahun 1998 hanya 500 perak 1 liter, naik jadi berkali- kali lipat.” Tahun 1998 berlalu, Ardi berhasil melawati masa krisis moneter.

Sekarang Ardi menempati rumah kontrakan sederhananya di daerah Kebon Jeruk bersama putra sulungnya. Jam setengah 8 Ardi bersiap berangkat dengan bahan makanan, menumpang Bajaj untuk sampai ke kiosnya . Perlatan masak sudah ada di gerobak merah muda miliknya , di gembok rapat. “Kira – kira jam 5 sore saya sudah tutup , sampai makanannya habislah.” Kata Ardi tersenyum . Lelaki yang memiliki 2 anak lelaki , dengan anak sulung yang baru lulus SMA ,dan anak bungsu yang duduk dikelas 2 SD ini mengungkapkan suka dukanya sebagai penjual nasi goreng. “Dukanya itu pas hujan , orang –orang pada malas keluar gedung , mana disini kalau hujan deras bisa banjir . Jadinya dagangan sepi. Kalau senangnya saat ada yang memesan makanan banyak. Waktu itu pernah ada yang mesan 200 bungkus. Saya senangnya minta ampun”.  Senyum Ardi kembali merekah saat meceritakan sukanya berjualan nasi goreng.  foto : Mas Ardi sedang memasak nasi goreng
Mas Ardi lagi masak nasgor gila

Saat ini , dengan penghasilan yang mencukupkan , Ardi mampu membayar sewa kontrak rumah , sewa kios dan mengirim uang tiap bulannya untuk keluarga di desa. Kadang 2 bulan sekali , Ardi pulang ke desanya untuk melepas rindu dengan istri dan anak bungsunya. “ Kalau anak kampus pada libur ya saya nyangkul di kampung.” Ucap Ardi dengan bahagia, tanpa beban sama sekali. Rasanya kita harus belajar dari seorang penjual nasi goreng , dimana kegigihan untuk mencari rejeki , sayang keluarga , dan sering tersenyum menjadi kunci kebahagiaan .

NB: jangan di copas , pegel bikinnya sampai sakit leher .. hahahaa

 Salam Ondel -ondel 

Minggu, 26 Agustus 2012

Saya , Angkutan Umum , dan Abangnya


Blog kali ini berkisah tentang pahit manis, asam asin pengalaman gue naik angkutan umum di kota Jakarta
Alkisah Silvita agmasari yang tak bisa mengendarai mobil. motor dan naik sepedapun oleng, harus berkutat dengan jalanan ibukota yang disebut "Hutan Rimba" bedanya disini siapa yang lemah dia yang menang.
Peringkat pengguna jalanan di Ibukota dr yang paling dhargai :
1.Pejalan kaki
2.Motor
3.Angkot
4.Kopaja
5.Mobil 
nb: sampai saat ini bajaj tidak diketahui urutan keberapa. Kalo kamu mau tahu, coba aja tabrak bajaj. dan liat siapa yang dihakimi massa

Dimulai dari SMA , karena sekolah gue yang cukup jauh dari rumah. gue harus ganti kendaraan 3 x buat sampai (agak lebay yah) pdahal dr Tomang ke Gajah Mada doang. hahhaa
Karena gue adalah anak yang punya prinsip (jgn pakai busway bila tak terdesak) maka pilihan lain adalah angkot dan kopaja
alasan gue malas pake busway:
1. satu kata buat ngantri di halte harmoni jam 5 sore dan jam 7 pagi : HINA!
2. Untuk menuju busway harus naik jembatan dulu, turun juga pake jembatan. nah kalo jembatannya kayak jembatan di depan Plaza semanggi? nyebut nyebut
3. sebelum dipisahin baris cewe dan cowo banyak yang jadi korban pelecehan (gue ingat temen gue bilang, "pengen rasanya gue bawa tang. trus tinggal gue gunting *itunya org mesum di busway")gue: lumayan lah itung itung sunat gratis

Di kendaraan umum ini gue dapet yang namanya pengalamn hidup, dan tahu karakter masyarakat ibukota. Yuk Mulai dari KOPAJA/METROMINI/ATAU BUS UKURAN MINI



begini ceritanya *muka serius
suatu hari yang panas di kopaja, g ue lagi gelantungan. tiba- tiba
abang-abang: "Silvita !"
Gue : *dalam hati mampus abang mana yang tahu nama gue, liat ke samping
Abang  kenek: *nyodorin telapak tangan "Ongkosnya"
Gue: *ketakutan kasih serebu
Abang kenek : tuh namanya ada di buku pelajaran yang dipegang
Gue : Spechless, hanya orang tolol yang menulis namanya segede bagan di buku yang super tebal dan dipeluk di kopaja

Ada juga di suatu hari, kenek busnya naikin ibu-ibu gangguan jiwa a.k.a gila ke dalem bus. ibunya ngelantur ngomong kemana mana , mana baunya harum sekali. akhirnya supir ngomel ke kenek  " Kau ini orang gila kau naikan!, Turunkan!"
penumpang lain cuma bisa senyam senyum.ngaco juga tuh kenek

Paling pahitnya adalah gue pernah hampir kecopetan 2 x di kopaja
yang pertama abis turun dar bus tas ransel gue kebuka gede bgt , samapi ada ibu- ibu di jalan bilang " dek ita tasnya kebuka" gue kira seretingnya rusak (Lugu nian saya, itu sereting keras begitu)
yang kedua gue mau turun , tiba- tiba ransel gue bergerak gerak kayak ada yang ngerogoh , gue liat ke belakang/ Mampus tanggan siapa itu item gede di ransel gue!!!??. Gue cuma bisa ngibrit ke pintu depan bilang ke teman gue " Sella turun cepetan tas gue dicopet!
Muka gue pucat pasi bener-benar schock. antara copet dan gue , kami sedang sial. soalnya tuh copet salah nyopet. Ransel gue saat itu isi baju lahraga, payung, kotak makan , kotak pensil, buku, botol minum(ini bukan kantong doraemon ya)
dan yg paling utama saya tak berduit" hahahhahaa"

BAJAJ 
Kendaraan roda 3 favorit warga jakarta


Menurut gue pengalaman di bajaj ini yang paling absurd.

Suatu malam gue pulang dari kampus. otomatis harus melewati daerah roxy yang lumayan seram. tiba- tiba abangnya minggir ke jalan dekat kali. Nah loo, deg- degan lah hati gue ibarat melihat lelaki berkacamata nan ciamik . Abangnya turun dari bajaj .Dalam hati " Mampus gue,mau napain ini abang" trus tiba - tiba abangnya bilang "Sekalian lewat ya neng, saya mau beli buah dulu" Gue : gubraaak, spechless
Lalu abangnya belanja buah salak atau manggis, naik ke bajaj bawa sekantong . Gue dalam hati " Bagi 1 dong bang"


Ini juga suatu malam saat gue pulang dari kampus
karena teman gue ada yang ikut naik bajaj, tapi berhenti di grogol, jadilah abangnya pitch stop dulu di grogol. yg masalah adalah pas teman gue trurun abangnya nanya ke mas- mas " Mau ke mana? "
 Mas- masnya jawab "mau ke kota" eh abangnya bukain pintu depannya, trus mas- masnya duduk di samping pak supir yang sedang bekerja (kebetulan ini bajaj bbg, jd luas) gue : SPECHLESS AGAIN! inilah yang namanya sekali narik bajaj 2 penumpang terlampaui .Akhirnya gue dianterin dulu sampai tujuan, trus penumpang di depan pindah ke belakang.

Suatu pagi menuju sekolah, abis hujan deras. bajaj melaju kencang. tiba-tiba "Byuuurrrr" mobil lewat membuat genangan air membasuh muka saya, teman saya, dan abangnya.. cuma bisa ketawa ga tau mau napain lagi, abangnya aja ketawa. Lumayan cuci muka di pagi hari

Intinya angkutan umum di Jakarta itu seru, kita bisa nemuin macam "orang yang ada di Jakarta. Memang belum tertib, tapi kembali lagi jangan salahin pemerintah terus soal fasilitas, kalau kita si pemakai dan supir juga gak tertib di Jalanan rimba Kota Jakarta

TCHUSS! Pergi naik bajaj, "pret kopret kopret pret" (bunyi bajajnya)

sumber foto:Google

Rabu, 25 Juli 2012

Bali , aku padamu, final ! Akhirnyaa!

Gokil ! hahaha, kalo ada cap blogger termalas mungkin gue menang. bagaimana ngak, pergi ke Bali Februari baru selesai tulis Juli . ahahahaha *shy . Lansung aja nyook gue tulis hari 4 - 5 gue napain aja di Bali (sambil nyanyi lagu kuburan band Lupa Lupa Ingat )


Hari ke 4 :


Hari ke 4 -BOKEK-
Ngungsi dari hotel ke rumah saudara yang di denpansar. sebelum nya kita ke Sanur dulu , wets! bukan ke pantai melainkan kuliner dulu . Makan sop ikan Mak Beng . Entah karena terobsesi, gue sering salah sebut jadi mbah mbing . warungnya kecil tapi pembelinya meruet! (bahasa apaan noh!) . banyak banget foto artis yang makan disini. menu utamanya adalah ikan tenggiri digoreng + sop kepala ikan kuning timun . Seriusan enak banget (bahkan pas nulis blog ini gue lap iler) yang bego adalah ada engko - engko sebelah gue duduk mangap - mangap mau manggil mbaknya . Gue kira dia ga bisa ngomong bahasa Indonesia , orang Jepang gitu. Trus gue bantu pake ngomong Inggris. Tau taunya dia orang Indonesia juga ! *celupin pala ke dalam mangkok.


sop ikan mak beng (sumber:google)
jut! lanjut! dari Mak Beng ke Titiles Denpasar . Belanja oleh - oleh untuk mamak di rumah. Uniknya pas masuk Titiles gue berasa Jumanji. ada singa gede dikandang. burung beo segala warna, anjing pom- pom, rusa berkeliaran , ikan lohan . Loh ini tempat apa toh. Yang lebih kece lagi rusanya suka makan karet gelang, koran dan makanan favoritnya adalah rokok . dalam hati gue mikir ini teh Rusa apa Limbad?


berfoto bersama rusa limbad
Cap cus dari Titiles kerumah saodara. Taruh koper berangkat ke Tanah lot! (membawa serta dua saodara gue yang kecil , imut, dan bawel) Michelle dan Jesslyn
Tanah lot pas gue pergi lagi pasang. Jadi cuma bisa foto- foto dari luar, ga bisa masuk goa. Berhubung saodara gue yang TKb itu sekolah di bali , nah ! kebetulan banget nih mau gue tes bahasa Inggrissnya. Soalnya kata om gue saodara gue berani ngajak ngomong bule . 


Sebelumnya pertama- tama pemanasan dulu. Lari keliling tanah lot 3x , dan ajak jesslyn makan kembang. sayangnya itu semua fiktif karena gue dan Jesslyn bukanlah Jupe yang jadi atlet. Tapi seriusan pemanasan dulu gue ajak Jesslyn conversation yang ecek ecek kayak nama kamu siapa , umur berapa , kucing itu apa.dan dia jawabnya lancar sekali saudara- saudara! masih berbekas di ingatan gue. jaman TK ,pas guru bahasa inggris gue nanya , jawaban gue  cuma 1 . huaaaaaaaa atau 2 mamaaaaaaa


Jesslyn si bocah ajaib 
Gue       : Jess berani ajak ngomong bule gak?
Jesslyn : Berani ! (2 tangannya dipinggang) , dia nyamperin om bule umur 50an gitu . hal pertama yang ditanya Jesslyn adalah "SIR , WHERE IS YOUR SON?!"
Gue : OH EM JAY ! lu kata mau nagih utang ke anaknya ! kenapa juga lu tanya son, bukan daughter!centil nih!      "sorry sir,sorry" sambil senyum senyum , narik perut jesslyn
Bule: *mukanya heran abiss.
Gue : biar ga tengsin gue tanya "where do you come from?" (pertanyaan umum untuk bule, padahal peduli amat dia dari mana, mau dari pluto yang penting judulnya dia bule, ada di bali, so what)
Bule : ohh, blabla bla from Ireland (asli nih muka om bule baik banget) 
TIBA TIBA "OH There is my son" ! ada anaknya dateng ! SON! cowok! ganteng !
Gue : berenang menuju pura dalam goa tanah lot     


Abis basa basi gue sama teman - teman cuma bisa bengong liat si Jesslyn, dan Jesslyn cuma ngangap ngangap makan kue lapis


Pulangnya , blanjaaa! blanja di tanah lot asyik looh , barangnya ga pasaran , unik unik. Tapi nawarnya itu loh memacu iler dan keringat


Besoknya ...



Sebelum ke Bandara kita mampir dulu ke nasi campur pak malen di Jl. Sunset Road ( gak halal yah teman). astagah enaknya ! dari 100 gue kasih 90 deh, 10 lagi gara gara kurang banyak *lap iler lagi
nasi campur pak malen (sumber:google)
Dari Pak Malen mampir ke Joger . Buat kalian yang blum tau profile Pak . Josep Theodorus Wulianadi a.k.a Mr. Joger , coba deh di baca. Menginsipirasi banget. karena kata mr. Joger kebahagiaan itu bukan dinilai dari uang 



"lebih baik sedikit tetapi cukup daripada banyak tetapi kurang.” 


5 hari perjalanan di Bali, Cap cus deh kitaaaa! (dengan barang bawaan yang dibongkar bongkar dulu, karena bawa buah wani atau binjai 9 kilo ) hahahhahaa

Berikut apa yang gue rekomendasiin buat teman teman sekalian kalo ke Bali

1. Hotel pesona beach inn (Poppies 2)
Kesan :murah, bersih, mungil, tenang, service yang markotop

2. Bli Dewa !!!! Sang sopir
ini sopir nyopirnya halus banget, pengertian kalo lagi cape dia diem, kalo pengen ngobrol dia ngejelasin dengan jelas (bisa sekalian jadi tour guide XD) , ga maksa pergi ke tempat atau restorant .on time , baik banget deh !
no hp: 08199938699

3. Rafting
it's worth it!

4. Nasi campur pak malen ,sop ikan mak beng ,iga bakar naughty nuri's

Apa yang gue dan teman teman lewatkan 
1. Bebek bengil ubud
2. makan di jimbaran
3. Buba Gump
4. bluepoint

Akhir kata , buat kalian yang ke Bali
Kalo ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi , asal jangan badan telanjang!!



TCHUSS! gue semedhi dulu !

ps:jangan pernah buat cerita bersambung kalo tak mau jiwa dan raga lu berasa ngutang sama blog lu ! ihihihihi *terbang (pake baling - baling bambu) 

Minggu, 20 Mei 2012

Bali aku padamu , III b !

Ini apa coba ada bali aku padamu III a & b ? mungkin ada yang mikir begitu yah ? hahhaa. ini dikarenakan hari ke-3 yang terlalu panjang jadi gue putusin dibagi dua . biar enak bacanya, dan ga enek liat  foto- fotonya .

Lanjut! Abis dari padang – padang kita ngejar waktu mau nonton kecak di uluwatu. Sebenernya kita mau mampir ke bluepoint , tapi karena waktu ga memungkinkan ga jadi deh T_T.  Padahal kalo liat di google , blue point ini bagus banget, apalagi buat yang mau nikah.
bluepoint, sumber: google


Sampai di Uluwatu, minum kelapa muda dulu, emang paling enak minum kelapa muda di pantai. Ralat, kelapa tua , ada kelapa yang dikeroknya harus pake jurus kame-kameha.


ngerok penuh tenaga


Di Uluwatu ini , banyak monyetnya. Monyetnya suka ngambilin barang orang. Nah pas foto- foto, tiba- tiba ada monyet yang lasung ngambil sarung betty dari tas stevia , gue teriak AAAAAAKKKK! (bukan kesedek yah ) trus tiba- tiba betty bilang , “ SILVI! SANDAL LU !” GUE : “ AAAAAKKKK!”(lagi, bukan kesedek) sandal gue diambil monyet, trus digigit-gigit sama monyetnya T__T, dikira wafer kali sandal gue.

Sialnya banyak banget turis china , jepang , korea yang nontonin. Bahkan mereka lebih suka nontonin gue dkk, daripada monyet dkk . tiba- tba * jeng ! jeng ! jeng ! datanglah sang pawang  monyet, berbaju putih dan pakai tongkat .(kalo pake baju ijo, si buta dari gua hantu donk ) monyetnya dikasih wafflelatos (ahh, gue juga kepengen) intinya waffle dituker sama sandal gue . gue kasih uang terimakasih karena menyelamatkan sandal gue. Dan yang paling gilanya !! itu pawang monyet, seriusan ganteng banget !! rambutnya sebahu, idungnya macung, matanya coklat muda , berkharisma pula. kalo ini dibuat film FTV, mungkin  judulnya “ Jadikan aku monyetmu , Bli !” ahahahhaaa
sang monyet bersiap " menagmbil sarong sari ransel stevia


Di Uluwatu, kita juga nonton pementasan tari kecak dan ramayana. Lumayan mahal kalo buat orang lokal, apalagi mahasiswa yah . 75 ribu sekali nonton . Jangan heran , kalo di tempat nontonya yang outdoor, kanan kiri, atas bawah semuanya turis asing. Tapi menurut gue harga ini worth it banget. Konon , kecak paling bagus itu adanya di Uluwatu. Lagipula, dari tempat kita nonton kecak, kita juga bisa liat sunset. Luar biasa yah ! yang ga luar biasa adalah foto- foto gue disana, setiap gue foto pementasannya ada foto kepala botak om bule di depan . buset dah om, palamu menghiasi fotoku !

kira" ada 10 foto yng nongol kepala ini

pementasan tari kecak + ramayana uluwatu


Udah malam, dan setelah selesai nonton , rencananya kita mau makan di jimbaran . tapi pas di mobil ternyata hujan deras. Dan diputuskan, karena kalo makan jimbaran itu mahal, dan kelebihannya ada di viewnya. Ga jadilah kita makan . Jadinya kita makan ayam betutu aja di restoran yang gambarnya orang mulutnya lebar banget (Lupa mereknya) . selesai makan , kembalilah ke hotel, that day was a long long day . ngooookkk *bunyi ngorook

  
 Pengalaman unik hari ke- 3

 1. Setelah hari pertama gue dikira orang bali asli , di loket karcis Uluwatu, gue dikira orang korea, lantaran depan gue segerombolan orang korea. sampai gue harus ngomong bahasa Indonesia dulu ke yang jaga tiket (dikira song ji hyo kali gue *ditimpuk fans running man) 

2. Sella dikira orang singapore di Tanjung Benoa, bli- bli nya ngomong bahasa Inggris ke dia, tobat setelah gue, stevia, betty ketawa ngakak

3. di Uluwatu ada segerombolan ababil jepang yang foto dan nunjuk kita , pertamanya pas dia ngeker pakai slr, gue  sama betty kira itu  cewe. pas diturunin kameranya, itu cowo ya ampunnn *tepok tepok jidat . Mungkin dia bingung , diantara turis - turis asing, kenapa ada moyet uluwatu yang masuk . hahahahaa

4. baru tau kalao ternyata uluwatu itu adalah ujung pulau bali, jadi kalo liat peta . ujungnya itu yah tebing uluwatu . dan gue sangat merekomendasikan untuk nonton kecak disini ! =D

Bali aku padamu , III a !



Hari ke 3 >> Lagi, hari ke - 3 di Bali bangun jam setengah 7 --__-- . Mata masih setengah mejem , gue dan teman - teman sudah harus bangun  karena kita mau ke Tanjong Benoa buat water sport. Cihuuii!

Sebelum ke bali , kita sudah mesan tur  lewat internet dari Jakarta, dan udah janji di jemput di hotel pagi - pagi  . Karena supirnya yang kayak stuntman di film fast various, sampailah kita di Tanjung Benoa dengan tepat waktu .

Pertama- tama kita disuruh liat lagi, paket mainan apa yang mau ikta ambil. Akhirnya kita memutuskan untuk ke pulau penyu, banana boat , flying fish , sama jet ski . padahal mau parasaling tapi karena ga ada angin akhirnya ga bisa .Btw, di pulau penyu , selain penyu juga ada kelelawar, ular, berbagai macam burung kayak elang, kadal, dll (ingat, ini pulau. bukan hutan )yang jinak, dan sengaja dipelihara buat foto" pengunjung. Selesai main , kita dikasih makan yaitu indonie yang rame banget ada wortel, kol, caysim, , telor ceplok. Sampai gue sendiri bingung ini teh indomie atau hutan belantara .

penyu di pulau penyu, gede bener!



ini betty, bukan limbad

Capcus dari Tanjung benoa, kita ke GWK kalo kalian yang belum pernah ke GWK, sebenrnya asyik sayik aja foto sama Wisnu Kencana dan Garudanya. Tapi buat kalian yang uda pernah ke GWK kayak temen gue si unyil, dia bilang dia males. Wong 3 tahun lalu- sampai sekarang tangan Wisnu Kencana, dan Garudanya masih belum bersatu. Nah di GWK itu tiap beberapa jam ada kayak pementasan seni khas bali. Ada kayak Barong dan yang giginya panjang – panjang (yang pasti bukan vampire, dan warewolf ya) momentnya dalah ketika si pemain yang pake topeng ngajak interaksi penonton , dan tiba – tiba dia bilang “EH ADA AYU TING – TING!” sambil nunjuk ke arah tempat duduk dekat gue , dan WUAHAHAHAA. Gue ngakak . sebelah gue ada ayu ting ting KW super a.k.a stevia a.k.a unyil . bayangin tengsin banget si stevia, diliatin semua penonton yang jumlahnya lumayan banyak. 

Mari gue sebutkan ciri- ciri stevia agar suatu hari bertemu , kalian ga keder ini stevia atau ayu ting ting
1.     Rambutnya merah, persis kayak ayu ting ting
2.     Mukanya bulat, persis kayak ayu ting- ting
3.     Badannya kecil, persis kayak ayu ting-ting
Pas di bali dia pakai dress sama kacamata hitam gede, yang tambah bikin dia kayak artis artis ibukota terkini.

yang ngatain stevia, ayu ting ting


semedhi di GWK
Sehabis dari GWK, kita ke dreamland, di dreamland ini kita Cuma lewat, ga mampir, hahaha . sombong ya. EITS ! ini bukan sombong , karena kalo masuk dreamland itu harus bayar , dan rute perjalanan kita hari itu pantai semua . sebenarnya kita juga malas mampir tapi bli dewa bilang “ mampir aja , lewat doank, jadi kalo di Jakarta ditanya udah pernah ke dreamland atau belum, jawabnya pernah” bahkan si bli dewa getol banget suruh kita foto di gerbang dreamland. Aku padamu deh beli dewa! Hahahaa

Abis dari dreamland kita ke padang – padang , ini pantai tempat syutingnya film eat, pay and love . Pantainya emang lebih disukain sama bule daripada orang lokal. Kata Bli dewa, klo jaman dulu , bule disini berjemur pada ga pake baju. Untung aja sekarang mereka pada pakai baju walaupun bikini. Nga banget foto- foto di pantai tiba-tiba nongol bule bugil, dan karena itu gue ditangkap sama ormas yang suka nangkapin orang telanjang. Pantainya bagus, walau banyak karang. Cocok banget buat kalian yang mau jemur ikan asin dan kerupuk.
padang - padang beach


tebak ,yang mana ayu ting - ting ?